Will Smith Memang Aktor Yang Hebat

Posted on September 2, 2010

0


Will Smith membuktikan dirinya benar-benar aktor kawakan. Usai bermain apik di film drama THE PURSUIT OF HAPPYNESS, kini Smith kembali mengulang aksi jagoan di film anyar I AM LEGEND. Kali ini pun menggandeng anak keduanya, Willow, setelah sebelumnya mengajak putra pertamanya, Jaden.

Film yang diproduksi Warner Bros. Pictures ini bercerita tentang teror virus misterius yang menyerang warga New York di tahun 2009, nyaris memusnahkan seluruh warga kota.

Robert Neville (Will Smith), ahli virologi, lolos dari serangan virus buatan tersebut. Neville ternyata punya kekebalan tubuh alami sehingga virus tersebut tidak bisa membunuhnya. Tetapi ia tidak sendirian. Ia dikelilingi oleh korban-korban yang terinfeksi yang bermutasi menjadi makhluk karnivora yang hanya muncul dalam kegelapan (Neville menjuluki mereka ‘dark seeker’) dan akan menginfeksi siapa pun yang berada di dekatnya.

Selama tiga tahun, dengan ditemani anjingnya, Sam, Neville menghabiskan hari-harinya mencari makan dan keperluan lain serta berusaha mengirimkan pesan melalui radio, depresi mencari orang lain yang mungkin masih bertahan hidup. Tak hanya itu, Neville juga mencoba menemukan vaksin untuk virus mengerikan itu.

Sementara itu, ada mahluk aneh yang memperhatikan gerak gerik Neville, menunggu dia sampai melakukan kesalahan fatal. Mungkin ini adalah kehancuran kaum manusia, Neville dipaksa untuk menyelesaikan suatu misi: mencari cara untuk membalikkan efek virus dari darahnya yang kebal.

Berhasilkah Nevill menemukan vaksin untuk virus tersebut? Benarkah ada orang lain yang selamat? Apakah Neville bisa selamat dari makhluk yang kelaparan?

Film garapan sutradara Francis Lawrence (CONSTANTINE) ini adalah film yang diadaptasi dari novel fiksi ilmu pengetahuan klasik karya Richard Matheson. Film ini merupakan film ketiga setelah sebelumnya, novel Richard Matheson pernah diadaptasi dalam film THE LAST MAN ON EARTH (1964) dan THE OMEGA MAN (1971).

Film ini menjadi debut akting putri Will Smith, Willow, serta penampilan cemerlang bintang Brasil, Alice Braga, yang baru pertama bermain dalam film besar Amerika.

Selama 1,5 jam penuh, penonton akan disuguhi aksi ‘matang’ Will Smith. Film ini bisa dibilang aksi tunggal Will Smith, di mana hampir semua adegan menampilkannya. Mungkin agak membosankan bagi yang tidak begitu menyukai Will Smith. Tapi aktingnya benar-benar tidak mengecewakan, sangat apik.

Di tambah lagi scoring menawan yang menambah ketegangan. Tak heran, karena scoring dikerjakan oleh James Newton Howard (yang juga menggarap THE INTERPRETER) yang sangat lihai menciptakan situasi mengerikan dan teror dengan musiknya.

Efek CGI (computer-generated imagery) juga lumayan bagus antara lain dalam mengambarkan ‘kota mati’ New York, para dark seeker serta singa dan rusa yang berkeliaran di kota, meski tidak sehalus dalam film BEOWULF.

Sayang ada beberapa adegan yang terkesan dipaksakan serta beberapa pertanyaan yang tak terjawab. Seperti kemunculan tiba-tiba Anna dan Ethan untuk menyelamatkan Neville. Apa sebenarnya alasan Anna datang dari Maryland ke New York yang situasi kotanya mencekam, bahkan saking buruknya sampai diisolasi oleh pemerintah dan dihancurkannya jembatan Brooklyn yang menjadi jalur keluar New York. (kpl/lin)

Will Smith membuktikan dirinya benar-benar aktor kawakan. Usai bermain apik di film drama THE PURSUIT OF HAPPYNESS, kini Smith kembali mengulang aksi jagoan di film anyar I AM LEGEND. Kali ini pun menggandeng anak keduanya, Willow, setelah sebelumnya mengajak putra pertamanya, Jaden. Film yang diproduksi Warner Bros. Pictures ini bercerita tentang teror virus misterius yang menyerang warga New York di tahun 2009, nyaris memusnahkan seluruh warga kota. Robert Neville (Will Smith), ahli virologi, lolos dari serangan virus buatan tersebut. Neville ternyata punya kekebalan tubuh alami sehingga virus tersebut tidak bisa membunuhnya. Tetapi ia tidak sendirian. Ia dikelilingi oleh korban-korban yang terinfeksi yang bermutasi menjadi makhluk karnivora yang hanya muncul dalam kegelapan (Neville menjuluki mereka ‘dark seeker’) dan akan menginfeksi siapa pun yang berada di dekatnya. Selama tiga tahun, dengan ditemani anjingnya, Sam, Neville menghabiskan hari-harinya mencari makan dan keperluan lain serta berusaha mengirimkan pesan melalui radio, depresi mencari orang lain yang mungkin masih bertahan hidup. Tak hanya itu, Neville juga mencoba menemukan vaksin untuk virus mengerikan itu. Sementara itu, ada mahluk aneh yang memperhatikan gerak gerik Neville, menunggu dia sampai melakukan kesalahan fatal. Mungkin ini adalah kehancuran kaum manusia, Neville dipaksa untuk menyelesaikan suatu misi: mencari cara untuk membalikkan efek virus dari darahnya yang kebal. Berhasilkah Nevill menemukan vaksin untuk virus tersebut? Benarkah ada orang lain yang selamat? Apakah Neville bisa selamat dari makhluk yang kelaparan? Film garapan sutradara Francis Lawrence (CONSTANTINE) ini adalah film yang diadaptasi dari novel fiksi ilmu pengetahuan klasik karya Richard Matheson. Film ini merupakan film ketiga setelah sebelumnya, novel Richard Matheson pernah diadaptasi dalam film THE LAST MAN ON EARTH (1964) dan THE OMEGA MAN (1971). Film ini menjadi debut akting putri Will Smith, Willow, serta penampilan cemerlang bintang Brasil, Alice Braga, yang baru pertama bermain dalam film besar Amerika. Selama 1,5 jam penuh, penonton akan disuguhi aksi ‘matang’ Will Smith. Film ini bisa dibilang aksi tunggal Will Smith, di mana hampir semua adegan menampilkannya. Mungkin agak membosankan bagi yang tidak begitu menyukai Will Smith. Tapi aktingnya benar-benar tidak mengecewakan, sangat apik. Di tambah lagi scoring menawan yang menambah ketegangan. Tak heran, karena scoring dikerjakan oleh James Newton Howard (yang juga menggarap THE INTERPRETER) yang sangat lihai menciptakan situasi mengerikan dan teror dengan musiknya. Efek CGI (computer-generated imagery) juga lumayan bagus antara lain dalam mengambarkan ‘kota mati’ New York, para dark seeker serta singa dan rusa yang berkeliaran di kota, meski tidak sehalus dalam film BEOWULF. Sayang ada beberapa adegan yang terkesan dipaksakan serta beberapa pertanyaan yang tak terjawab. Seperti kemunculan tiba-tiba Anna dan Ethan untuk menyelamatkan Neville. Apa sebenarnya alasan Anna datang dari Maryland ke New York yang situasi kotanya mencekam, bahkan saking buruknya sampai diisolasi oleh pemerintah dan dihancurkannya jembatan Brooklyn yang menjadi jalur keluar New York. (kpl/lin)